maxmanroe.com

“Hoamm, males banget hari ini, paginya tetap sama dengan yang kemarin”, kata si Birdy.
“He, ga salah nih. Bukankah ini pagi yang cerah setelah kemarin hujan terus menerus”, timpal si Girly
“Ayo semangat teman teman,kita mulai petualangan lagi”, kata si Snaky menyemangati teman-temanya.
Merekapun terbang dengan gembiranya sambil mengitari lahan persawahan. Dan sesekali hinggap di batang padi yang bewarna kekuningan untuk mencicipi sedikit bulir padi milik petani. Setelah dirasa cukup,mereka bertiga hinggap dipohon sambil bersaut sautan membunyikan suaranya. Itulah rutinitas 3 sahabat dari kecil burung pipit, kemana-mana selalu bersama baik dalam suka maupun duka.

 

Di saat mereka asyik bercengkerama sambil beristirahat di atas pohon, tiba-tiba lewatlah burung nuri yang terbang dengan anggunnya.

“Keren bangettt?,” teriak si birdy yang langsung melotot melihat si Nuri.

“ Biasa aja kaleee, ga usah heboh gitu birdy”, timpal si girly.

Birdy pun  melirik dan terdiam melihat si girly. Mereka kembali berkicauan dan meneruskan istirahatnya.

“Teman-teman, aku punya ide”, teriakan birdy menggagetkan sahabatnya.

“ Aku harus berubah, aku tidak mau menjadi burung pipit yang tidak mempunyai daya tarik”, Birdy berkata dengan nada yang cukup keras.

“Aku harus mencari jalan bagaimana aku berubah, ayo teman-teman kita harus berubah jangan menjadi seperti ini terus”, Birdy berkata dengan semangat yang berapi-api.

“Cukup birdy, hentikan mimpimu, sadar birdy, sadar”, teriak Girly

“Ya Tuhan, kalian memang makluk aneh, diajak berubah malah marah”, timpal si birdy.

“Okelah, aku akan pergi untuk mencari cara, kalian tetaplah disini”, lanjut si birdy sambil terbang menjauh dari teman-temannya.

“ Birdyyy, tunggu….” teriak Snaky memanggil birdy. Tapi itu semua tidak ada gunanya. Birdy sudah terbang jauh ke arah kota. Snaky dan Girly merasa sedih ditinggal oleh asalah satu sahabatnya.

 

Sementara itu di kota, tepatnya pasar burung, terlihat birdy mengamati semua tingkah laku pedagang dan pembeli burung. Sampai akhirnya pandangannya tertuju pada sekelompok burung kecil yang mempunyai bulu-bulu indah.

“ Hei, bukankah itu burung pipit?, tapi kenapa bulunya warna-warni begitu?”, gumam birdy.

“Hmmm, aku harus mencari tahu, bagaimana bisa mereka memperoleh bulu-bulu cantik itu”, tanya si birdy sambil terbang mendekat ke sarang.

“ Hai teman, kenalkan, namaku birdy, aku juga burung pipit seperti kalian”, kata birdy mengenalkan dirinya ke burung-burung cantik tersebut.

“Ngapain kamu disini, cepat pergi, nanti kamu ditangkap oleh penjual burung”, kata salah satu burung cantik.

“ Aku tidak mau pergi, aku ingin punya bulu seperti punya kalian, pasti indah”, rengek birdy.

“Burung aneh”, timpal burung cantik.

 

Tiba-tiba tanpa sepengetahuan birdy, seorang penjual sudah siap dengan jala penangkap  burung dan happp, ditangkaplah birdy oleh penjual itu. Tanpa banyak bicara, penjual tersebut langsung memasukkan birdy ke dalam baskom dan mengecat bulunya dengan berbagai macam warna. Anehnya si birdy malah senang. Setelah itu birdy dimasukkan ke dalam sangkar dan dipajang di depan bersama teman-temannya.

“Hmm, aku sekarang sudah berubah, aku akan membuktikan kepada snaky dan girly”, gumam birdy.

Sehari, dua hari bahkan sampai tiga hari, birdy menikmati hidupnya, Tapi itu tidak berlangsung lama. Dia bosan dikurung di dalam sangkar dan dipajang. Dia kangen terbang bersama sahabatnya. Tiba-tiba datang anak kecil menangis dan minta dibelikan burung cantik. Si penjual mengambil birdy lalu dimasukkan ke keranjang kecil. Birdy bersyukur bisa keluar dari sangkar penjual. Namun, tidak disangka hidupnya malah menderita. Anak tersebut meremas-remas tubuh birdy dan mecelupkannya ke dalam air. Tubuh birdy digoyang dan diremas, sayapnya di buka tutup lebar-lebar.

“Aduhhh, kalau kayak begini bisa mati konyol aku,” gumam birdy dalam hati.

“Ternyata aku di hias hanya untuk dijadikan sebagai mainan bukan sebagai peliharaan, aku menyesal”, lanjut si birdy.

“ Teman-teman, aku kangen  kalian, aku ingin bebas, aku ingin jadi burung pipit apa adanya, tolong aku tuhan”, rintih birdy sambil menangis.

 

Anak kecil itu masuk ke dalam rumah untuk mengambil sesuatu, “ ini kesempatanku untuk melarikan diri, aku harus pergi” birdy pun langsung terbang secepat-cepatnya.

Dia terbang kembali ke tempat asalnya. Dia melihat teman-temannya bergurau di atas ranting pohon. Birdy pun menyapa teman-temannya. “ hai teman, aku kembali, aku  birdy sahabat kalian”, teriak birdy dengan suara khasnya. Teman-temannya hanya menoleh, mereka tidak percaya itu birdy, karena bulu birdy berbeda dengan mereka.

Nasi sudah menjadi bubur, teman-teman birdy mengucilkan birdy karena berbeda.

“ Birdy, harusnya kamu bersykur dengan apa yang telah dianugerahkan oleh Tuhan, jangan melawan takdir”, bisik snaky yang bijak.

Birdy pun menyesal.