Teman itu, Nutrisi Hidup Kita

Teman! Saya punya banyak teman mulai dari TK, SD SMP, SMA, Kuliah  bahkan teman di desa yang sering bermain dan menggaji  bersama sama. Oh ya teman di tempat kerjapun banyak juga. Sampai sekarangpun kita masih sering berkomunikasi walau tidak secara langsung. Ada yang membuat grup SD, SMP, SMA bahkan grup perkumpulan lainnya. Karakter mereka itu beraneka macam.

Aku akan mengambil satu grup pertemanan yang sangat membekas dan sampai saat ini masih terasa begitu indah. Teman angkatan kuliah di pendidikan terakhir yang aku miliki. Bukan berarti pertemananku di grup lainnya tidak bagus, loh. Semuanya mempunyai karakteristik pertemanan yang berbeda. Aku mengambil satu grupku ini, karena terasa special banget. Grup pertermanan ini solid dengan jumlah yang besar, 20 orang. Awalnya, Kami satu kelas dipertemukan oleh nasib dan pekerjaan yang sama. Semua satu kelas berprofesi sama, yaitu sebagai pengajar di tingkat sma/smk dengan jalur masuk yang sama, yaitu beasiswa. Satu kelas berisi 20 orang. Dan anehnya dari 20 orang ini tidak ada grup pertemanan kecil. Semuanya solid. Kebersamaan selalu ada di kelas ini. Nah, yang menyenangkan itu ada di sini, seperti:

Kesulitan satu orang akan menjadi kesulitan semua anggota kelas. Ego setiap orang di kelas bahkan tidak tercermin sama sekali. Jangan dianggap kelas ini tenang, adem ayem. Justru kelas ini penuh dengan gejolak, saling membully dan saling mengunggulkan menjadi topik  hangat tiap hari. Anehnya yang dibully, tidak ada yang marah, justru bully an selalu dibalas dengan candaan dimana ujungnya malah yang membully lah yang jadi sasaran balik.

Tidak ada dendam atau persaingan. Namun bukan berarti kita tidak berprestasi. Justru dengan berkolaborasilah yang membuat hampir seluruh grub ini berprestasi dibidangnya masing masing. Saling instropeksi menjadi menu utama yang harus ada dalam setiap candaan .

Bahkan setelah sekolah selesai pun, kebersamaan ini tidak pernah luntur. Kebersamaan di kelas, di kampus bahkan di negeri seberang yang telah dijalani bersama sama seakan menjadi nutrisi dalam perjalanan kehidupan untuk selalu mengingat bahwa teman tidak tergantung dari jumlahnya, namun dari kualitas.

Tidak saling menyalahkan, namun mencari penyebab dan mencari solusi. Berpikir dengan matang dan mengambil keputusan bersama agar satu diantara teman ini tidak tersakiti. Tidak mudah memang, untuk merawat pertemanan sebesar ini, namun justru kita membuktikan bahwa jumlah besar pun kita masih bisa bersama dalam suka dan duka. Meskipun dalam jumlah banyak dan tidak membatasi namun semua saling memiliki. Pertemanan rasa saudara. Itu yang kita rasakan. Saudara dalam keluarga besar.

Dengan adanya nutrisi pertemanan ini, kita akan selalu mengingat bagaimana pengorbanan setiap teman dalam membantu perjuangan yang lainnya. Keberhasilan anggota ini tidak dicapai dengan perjuangan individu, namun dilakukan oleh semua campur tangan anggota kelas ini. Secara tidak langsung ada rasa balas budi yang teselip di hati masing masing. Sehingga untuk melupakan salah satu dari teman ini, sangatlah tidak mungkin. Ada airmata, tenaga, keringat, pikiran teman  yang tercoreh disetiap lembaran naskah yang kita peroleh. Dengan mengingat itu semua, semangat kita akan bangkit lagi, untuk selalu memotivasi diri supaya bisa lebih berprestasi.

Pertemanan kita bukan hanya berisi gumpalan gossip atau membahas keburukan yang lainnya. Pertemanan kita adalah pertemanan yang mampu mengingatkan  setiap individu tentang tujuan diri dalam mencapai keseimbangan hidup .

 

Tulisan ini diikutsertakan dalam 30 Days Writing  Challenge Sahabat Hosting

0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like