Ini Dia, Tips Bebas Stress Mengajar Daring

gambar dari: kesmas-id.com

Pandemi Covid 19 telah merubah kebiasaan yang menyenangkan dalam berinteraksi di sekolah menjadi kebiasaan baru yang perlu penyesuaian tinggi. Siswa, orangtua, guru serta pihak sekolah dipaksa siap dan harus cepat beradaptasi dengan fenomena baru yang tidak diketahui kapan akan berakhir. Sekolah yang dibangun dengan megahnya hanya berisi gumpalan debu yang jauh dari jangkauan siswa. Guru yang siap dengan bermacam-macam metode dan model pembelajaran hanya mampu menelan ludah dan berbalik badan dengan mencari strategi untuk pembelajaran model baru.

Penghentian kegiatan belajar mengajar yang secara mendadak ditengah tengah semester sedangkan Ujian Nasional sudah didepan mata dan ketuntasan materi menjadi target akhir kurikulum seakan menjadi petir di siang bolong, Namun alasan penghentian itu tidak bisa disalahkan karena memang kesehatan pendidik dan siswa sangat jauh lebih penting dibanding target ketuntasan materi oleh siswa.

Perlahan dan pasti, pendidik banyak yang stress karena keadaan ini.  Ada yang tidak terbiasa dengan era digital dan arus tehnologi, sehingga menjadi terbebani dengan pembelajaran daring. Ada yang bingung bagaimana mengoperasikan alat sosmed untuk pembelajaran, ada yang hanya menyuruh siswa mengerjakan tugas di LKS tanpa penjelasan materi. Bahkan di daerah terpencil banyak guru yang berkorban dengan mendatangi siswa hanya untuk memberi pelajaran karena kondisi yang tidak memungkinkan digunakannya alat tehnologi. Selain alat tehnologi, motivasi siswa dengan belajar daring juga tidak setinggi pada saat siswa belajar secara tatap muka di sekolah. Siswa banyak yang tidak hadir saat pelajaran berlangsung dengan berbagai macam alasan. Ada siswa yang muncul di online hanya untuk absensi kemudian menghilang. Belum lagi di saat ujian, siswa yang tidak pernah hadir tiba tiba hadir minta ujian meskipun dengan nilai yang minim.

Sebagai guru, kita harus melayani mereka apapun keadaannya, karena kondisi yang tidak normal. Belum lagi disaat penilaian rapor, guru harus stress lagi tentang nilai siswa, karena keadaan yang tidak normal, guru tidak mungkin memberikan nilai yang sangat minim. Guru harus bekerja keras mencari siswa yang bermasalah untuk mengikuti ujian susulan. Disini, guru yang turan langsung mencari si anak demi selembar nilai yang harus di tulis di rapor. Meskipun pemerintah tidak menuntut ketuntasan materi dan sudah menyiapkan materi esensial, namun prakteknya berbeda dengan yang ada di dalam realita. Kehebohan ini tidak hanya dirasakan oleh beberapa guru, namun hampir semua guru yang mengajar di segala tingkat pembelajaran.   Namun itu tidak berlaku bagi guru yang sudah siap dengan penguasaan alat tehnologi dan tahu bagaimana mengkondisikan siswa agar rajin dan selalu ikut dalam pembelajaran secara rutin meskipun secara daring. Berikut ini,  tips agar terhindar dari stress dalam mengajar daring.

  1. Di awal pembelajaran guru harus mengadakan observasi kepada siswa dan lingkungannya, bagaimana tingkat kesiapan siswa dan orang tua dalam pembelajaran daring ini. Apakah ada kendala dalam alat komunikasinya, sinyal bahkan internet yang dimiliki oleh siswa. Begitu juga dukungan dari orang tua sendiri. Karena pembelajaran daring ini, dibutuhkan kolaborasi antara siswa, orang tua dan guru. Orang tua juga harus mengetahui jadwal pembelajaran anaknya untuk memantau agar selalu ikut pembelajaran.
  2. Setelah mengadakan observasi awal, guru memetakan siswa mana yang bisa mengunakan pembelajaran daring dan mana yang tidak. Siswa yang tidak bisa ikut pembelajaran daring bisa menggunakan modul atau lembar kerja yang sudah disiapkan oleh guru. Sedangkan untuk pembelajaran daring, guru harus membuat pembelajaran yang menyenangkan dengan membuat model pembelajaran terbaru yang tidak membuat siswa cepat bosan. Misal dengan interaksi tanya jawab tentang kedaan di sekitar lingkungannya dan kemudian dikaitkan dengan materi yang dipelajari, bahkan guru bisa memberikan Ice breaking disela2 pembelajaran agar pembelajaran menjadi hal yang menyenangkan.
  3. Agar tidak bingung dengan jadwal yang serba online, maka guru harus sudah siap membuat ringkasan materi, modul dan presentasi minimal untuk 1 bulan. Sehingga guru konsen dengan kelas dan materi pun jelas di tangkap oleh siswa. Begitu juga lembar observasi siswa juga harus disiapkan, agar guru lebih memahami kondisi siswanya.
  4. Tetap jaga kesehatan dan imunitas dengan olahraga teratur agar badan dan pikiran tetap fit dalam menjalankan tugas sebagai pendidik.

 

Nah, itu tips agar tidak stress dalam mengajar daring yang sekarang dilakukan hampir oleh semua guru di Negara kita.

 

*Tulisan ini diikutsertakan dalam 30 Days Writing  Challenge Sahabat Hosting*

1 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like