Offroad Asyik bersama Keluarga di Lereng Gunung Lawu

Liburan yang sangat berkesan untuk semua anggota keluarga, biasanya susah tercapai. Terkadang ayah dan ibu menikmati namun sang buah hati ,malah merasa bosan. Sebaliknya, disaat anak-anak menikmati, ayah bunda hanya tersenyum  sambil manggut manggut untuk menyenangkan perasaan hati ananda, padahal ayah bunda malah merasa jenuh.

Nah, mencari liburan yang mengesankan bagi semua angota keluarga, itu ternyata tidak mudah. Ceritanya, kami diajak family gathering oleh salah satu grup pertemanannya suami. Katanya sih, harus ikut semua, dan tujuannya waktu itu ke daerah Magetan. Tanpa bisa menolak akhirnya kami sekeluarga ikut. Bayangan kami, pasti ke Telaga Sarangan. Dan menginap di hotel Sarangan.

Perjalanan dimulai jam 7 pagi, dan berhenti untuk makan siang serta sholat dhuhur di daerah perbatasan Magetan. Setelah itu perjalanan dilanjutkan, tepat pukul 13.00 kami sampai di Mojosemi Dino park. Cuaca yang mendung dan sedikit gerimis tidak menyurutkan kita untuk masuk ke wisata yang berada di antara hutan pinus. Dino Park ini, memang didesain seakan akan pengujung mendatangi tempat dinosaurus yang berada di dalam hutan, meskipun di awal masuk kita disambut dengan berbagai tempat foto yang instagramable, namun kesan taman Dino sangat terasa. Bahkan di situ juga terdapat dino show yang sayang untuk dilewatkan. Kami tidak bisa masuk ke petualangan dino, karena cuaca yang tiba tiba berubah dan hujan turun dengan lebatnya.

Akhirnya jam 4 sore, kami melanjutkan ke tempat penginapan di daerah Lawu Park. Hawa dingin mulai terasa bahkan sampai menusuk ke dalam tulang. Pertama kali masuk ke penginapan, agak terkesima juga. Ternyata ada penginapan yang bentuknya lucu-lucu. Penginapan ini bermacam-macam bentuknya, hampir sama seperti cottage sih, namun bentuknya unik. Bahkan ada yang seperti bentuk segitiga atau yang disebut glamping, kesan pertama yang menggoda. Ditambah dengan pemandangan yang mengarah langsung ke puncak gunung Lawu. Rupanya setelah hujan, justru pemandangan gunung Lawu sangat jelas penampakannya meskipun tidak berlangsung lama, karena senja sudah mengintip.

Pagi hari setelah sarapan kami bisa masuk area Lawu park dengan free, karena sudah include dengan penginapan. Tiket masuk Lawu Park ini Rp. 15.000 / orang. Begitu masuk anak-anak langsung meng eksplor sendiri wahana yang diinginkan, mumpung masih pagi dan belum banyak pengunjung yang datang. Ada yang merasakan wahana salju Lawu, spot foto yang cantik dan permainan outbond yang mengasyikkan. Namun, kurang asyik dan menantang bagi anak saya yang sudah agak besar, kurang ekstrem katanya.

Tiba-tiba, kami ditawarin oleh pemandu wisata disitu untuk mengikuti Offroad Jeep dengan tujuan lereng gunung lawu. Harga yang ditawarkan sebesar Rp 250.000 untuk satu jeep yang bisa dinaiki oleh 4 orang. Akhirnya tanpa berpikir  panjang, kamipun langsung menyetujuinya. Rute pertama, kami keluar dari Lawu Park dengan melewati jalan yang agak curam, karena kami melalaui pinggiran hutan pinus yang dekat dengan lawu park. Perjalanan pun dimulai menuju arah Cemoro kandang. Perjalanan ekstrem belum dimulai namun kami semua menikmati adventure ini. Benar-benar bisa berekspresi. Setelah masuk ke Cemorokandang, kami melewati Sakura Hills. Jeep agak melambat, untuk memberikan kesempatan kami dalam mengambil foto.  Dan melihat-lihat pemandangan di sakura hills.

Rute ke2, kami mulai masuk kedalam Tahura dan ilalang dengan jalan yang mulai naik turun dan tidak rata bahkan licin jika dilalui kendaraan jeep ini. Goyangan jeep dan ketakutan saat melewati jalan yang curam dan licin membuat kita berteriak melepaskan kecemasan. Bahkan ditengah tengah hutan tersebut, jeep kami tidak bisa berjalan karena salahsatu roda mobil, masuk ke dalam lubang bekas roda jeep yang sebelumnya. Karena sopir sudah terlatih, akhirnya sopir berhasil mengeluarkan dan perjalanan kami lanjutkan dengan perasaan senang serta deg degan. Setelah menempuh rute yang lumayan menguji adrenalin, akhirnya kami sampai di lereng Gunung Lawu  yang menakjubkan sekali pemandangannya. Kami meluapkan semua ekspresi dan berfoto sepuasnya. Perjalanan yang penuh goyangan terasa tidak ada artinya dibandingkan dengan pemandangan gunung lawu yang indah. Sayangnya kami tidak lama, Offroad ini dibatasin 30 menit dan haris kembali ke Lawu Park. Jadi untuk PP membutuhkan waktu 1 jam dalam Offroad ini.

Disini, kita semua bisa menikmati pemandangan alami yang benar benar indah dan masih tampak asri tanpa adanya polusi. Anak anak juga mendapatkan pengalaman bersama dengan alam. Hutan pinus yang asri, pertanian teras siring yang indah, bukit  yang tampak hijau, tidak akan bertahan lama jika ada tangan tangan jahil yang merusak.  Dengan begitu, secara tidak langsung mengajak ke ananda  agar selalu ikut melestarikan lingkungan dan menjaga alam agar tidak rusak, karena keindahan alam yang terawat akan bisa  menghasilkan manfaat yang banyak bagi manusia.

*Tulisan ini diikutsertakan dalam 30 Days Writing  Challenge Sahabat Hosting*

5 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like